Prosedur Pengendalian Mutu Le Basreng Syifa Tugas Terstruktur – Manajemen Operasional (P07)
TUGAS TERSTRUKTUR 07
Nama: Syifa Fahira H.
NIM: 43224010051
Prodi: S1 Akuntansi
Mata Kuliah: Kewirausahaan
Dosen Pengampu: Atep Afia Hidayat, Ir., MP.
I.
RENCANA OPERASIONAL USAHA
1. Deskripsi
Produk dan Proses Produksi
· Deskripsi Produk: Le
Basreng Syifa adalah produk camilan berupa keripik bakso ikan premium yang
diiris tipis secara presisi, digoreng dengan metode deep frying untuk
mencapai tekstur renyah, dan dibumbui dengan cabai kering asli serta daun jeruk
purut segar. Produk dikemas dalam standing pouch aluminium foil ukuran
100 gram untuk menjaga kerenyahan hingga 6 bulan.
·
Proses Produksi: Alur
pembuatan produk terbagi menjadi beberapa tahapan linear yang dirancang untuk
efisiensi waktu dan konsistensi rasa.
2. Perencanaan
Kapasitas dan Jadwal Produksi
· Kapasitas
Produksi: Merujuk pada data proyeksi penjualan tahun pertama (2026)
sebanyak 2.000 unit/tahun, volume target harian dipatok konstan sebesar
10 bungkus per hari operasional, atau disederhanakan menjadi 50 unit per
minggu (siklus kerja 5 hari) guna menjamin kualitas produk selalu segar (freshly
made).
·
Tabel Jadwal Produksi Mingguan:
|
Hari |
Jam Kerja |
Aktivitas Operasional |
Target Output
|
|
Senin |
09.00 - 15.00 |
Pengadaan bahan baku Grade A, sortasi daun jeruk segar,
sterilisasi alat dapur |
Raw material ready |
|
Selasa |
08.00 - 15.00 |
Pengirisan manual, penggorengan deep frying,
pembumbuan varian Signature Pedas |
15 Pouch |
|
Rabu |
08.00 - 15.00 |
Pengirisan manual, penggorengan deep frying,
pembumbuan varian Original Gurih |
15 Pouch |
|
Kamis |
09.00 - 15.00 |
Proses Vacuum Sealing, penempelan stiker label
merek simetris, inspeksi akhir QC |
20 Pouch |
|
Jumat |
09.00 - 14.00 |
valuasi stok produk jadi, pembukuan keuangan mingguan,
pengiriman pesanan COD |
Total: 50 Pouch |
3. Alokasi
Sumber Daya (Terintegrasi Data Keuangan Riil Excel)
·
Kebutuhan Bahan Baku per Siklus
Operasional (50 Pcs): Bakso Ikan Premium (11 kg), Minyak Goreng
Premium (4 Liter), Cabai Bubuk Asli & Bumbu Gurih, Daun Jeruk Purut Kering,
Plastik Standing Pouch (50 pcs), dan Stiker Label Merek (50 pcs).
·
Alokasi Investasi Aset Tetap (Peralatan
Utama):
o 2 Unit
Commercial Deep Fryer Gas (10L) — Rp3.000.000
o 1 Set
Kompor Gas & Tabung LPG — Rp1.000.000
o 2 Unit
Timbangan Digital Presisi (Akurat) — Rp500.000
o 1 Unit
Mesin Vacuum Sealer Portable — Rp2.300.000
o 1
Paket Peralatan Dapur (Wajan, Pisau, Baskom, dll) — Rp1.100.000
o TOTAL INVESTASI ASET TETAP: Rp7.900.000
· Tenaga Kerja:
Menggunakan alokasi 2 tenaga kerja (1 orang berfokus pada area
dapur/penggorengan, 1 orang berfokus pada area pembumbuan, pengemasan, dan
bertindak sebagai penanggung jawab Quality Control).
4. Layout
Fasilitas dan Alur Kerja (U-Shape Layout)
Untuk
meminimalkan pemborosan pergerakan (waste of motion), tata letak ruang
produksi dirancang menggunakan Alur Bentuk U (U-Shape Layout). Alur ini
secara konsisten memisahkan area bahan mentah dengan area produk jadi untuk
mencegah terjadinya kontaminasi silang.
Penjelasan
Alur Kerja Bentuk-U (U-Shape Layout): Penerapan tata letak
berbentuk huruf U pada dapur produksi Le Basreng Syifa bertujuan untuk
mengoptimalkan efisiensi langkah kerja (minimize waste of motion) dan
menjaga higienitas proses. Alur kerja berjalan searah jarum jam dengan rincian
sebagai berikut:
· Tahap Awal (Meja 1 & 2): Bakso
ikan Grade A yang baru datang diterima dan disortir di Meja 1, kemudian
langsung digeser ke Meja 2 untuk diiris tipis secara presisi dengan ketebalan
1–2 mm.
· Tahap Termal (Area 3):
Irisan bakso dibawa ke Area 3 (pusat panas) untuk menjalani proses penggorengan
menggunakan Commercial Deep Fryer pada suhu 175° dan langsung
dikeringkan kadar minyaknya menggunakan mesin spinner.
· Tahap Akhir (Meja 4 & 5):
Basreng yang sudah kering dari minyak dipindahkan ke Meja 4 untuk dicampur
bumbu rempah (Pedas Daun Jeruk atau Original). Terakhir, produk ditimbang
seberat berat standar dan disegel rapat menggunakan mesin Vacuum Sealer
Portable di Meja 5 sebelum dipindahkan ke lemari penyimpanan produk jadi.
Melalui alur ini, area bahan baku mentah (Meja 1) terpisah jarak secara fisik dengan area pengemasan produk jadi (Meja 5) sehingga kontaminasi silang bakteri dapat dicegah secara total.
5. Estimasi
Biaya & Struktur Akuntansi Biaya Operasional
· Waktu Siklus (Cycle Time): Total
durasi pengerjaan dari pengirisan bakso mentah hingga siap simpan adalah 45
menit per batch.
·
Struktur Biaya Pokok (Cost Structure):
o Harga
Jual per Bungkus: Rp15.000
o Biaya
Variabel per Bungkus: Rp7.200
o Biaya
Tetap per Bulan (Fixed Cost): Rp4.000.000
·
Analisis Titik Impas (Break-Even Point): Titik
impas operasional penuh dicapai ketika menyentuh volume penjualan akumulatif 513
Unit (BEP Unit) atau setara dengan perolehan nilai omzet sebesar Rp7.692.308
(BEP Rupiah).
II.
PROSEDUR PENGENDALIAN MUTU / QUALITY CONTROL
1. Standar
Kualitas Produk
· Visual: Warna keripik cokelat
keemasan cerah (golden brown), ketebalan potongan seragam (1-2 mm),
tidak ada sisa bumbu gosong, stiker label merek terpasang simetris dan bebas
dari gelembung udara.
· Fungsional (Tekstur & Rasa):
Karakteristik garing renyah optimal (the perfect crunch) saat digigit,
tidak keras/alot, dan distribusi bumbu rempah daun jeruk menempel secara
merata.
· Keamanan & Higienitas:
Kemasan luar tersegel rapat sempurna (air-tight seal) melalui proses
vakum, tidak menunjukkan adanya rembesan minyak keluar, dan dijamin bebas dari
kontaminasi partikel asing.
2. Tahapan
Inspeksi Berbasis Pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act)
·
Plan (Perencanaan):
Menetapkan parameter operasional baku berupa berat bersih per kemasan,
penggunaan bakso ikan Grade A, serta penggunaan suhu minyak konstan pada
kisaran 170° - 180° memanfaatkan kontrol termometer Commercial Deep Fryer.
· Do (Pelaksanaan): Staf
produksi melakukan penggorengan secara presisi, meniriskan minyak menggunakan
alat spinner, dan melakukan penimbangan berat bersih menggunakan timbangan
digital presisi sebelum dimasukkan ke kantong kemasan.
· Check (Pemeriksaan):
Petugas QC mengambil sampel produk secara acak dari tiap batch
penggorengan untuk melakukan uji organoleptik (sensor rasa dan kerenyahan)
serta melakukan pengetesan fisik terhadap kekuatan seal vakum kemasan.
·
Act (Tindakan):
Apabila ditemukan produk yang tidak memenuhi standar kualitas (kemasan bocor
atau rasa bumbu tidak merata), produk dari batch tersebut segera ditarik
dari jalur distribusi untuk penanganan produk cacat.
3. Formulir
Inspeksi Mutu Harian
4. Tindakan
Korektif dan Preventif
· Tindakan Korektif (Corrective Action):
Mengacu pada temuan lembar checklist inspeksi pada Batch B-2601
(kemasan gagal/bocor), seluruh produk dalam batch tersebut dilarang
dilepas ke pasar. Produk dikeluarkan secara higienis, kemasan rusak dibuang,
lalu basreng dikemas ulang menggunakan kemasan baru setelah mesin vacuum
sealer dikalibrasi ulang tekanannya.
·
Tindakan Preventif (Preventive Action):
Petugas QC diwajibkan melakukan uji fungsi pemanasan dan melakukan simulasi
penyegelan pada 1 kantong kemasan kosong selama 5 menit setiap pagi sebelum
aktivitas operasional pengemasan harian dimulai.
5. Peran
Tim QC dan Pelatihan Karyawan
· Otoritas Tim QC:
Petugas Pengendalian Mutu memegang hak dan otoritas tertinggi untuk memberikan
persetujuan rilis produk ke pasar (Released) atau menolak produk (Rejected)
dari lantai produksi.
· Pelatihan Karyawan: Guna
menekan angka kecacatan produk (defect rate) agar selalu stabil di bawah
batas toleransi 2%, seluruh karyawan wajib mendapatkan pelatihan sanitasi dasar
(penggunaan penutup rambut, masker, sarung tangan steril) serta teknik
pengirisan bakso tipis yang presisi.
III.
RELEVANSI, KREATIVITAS, DAN INOVASI
- Relevansi & Realisme Usaha:
Rencana operasional ini memiliki tingkat akurasi dan realisme yang tinggi
untuk dijalankan oleh mahasiswa karena menggunakan basis perhitungan dari
data riil laporan keuangan internal usaha.
- Kreativitas & Inovasi Operasional:
Guna meminimalkan kendala klasik produk basreng yang mudah berbau tengik
akibat sisa minyak, Le Basreng Syifa menerapkan kreativitas berupa
integrasi alat spinner peniris minyak yang dikombinasikan dengan
penggunaan Mesin Vacuum Sealer Portable. Kombinasi teknologi
ini berhasil memangkas kadar minyak bebas hingga titik terendah, menjaga
kerenyahan tekstur secara konstan, serta memperpanjang masa kedaluwarsa
produk hingga 6 bulan secara alami tanpa memerlukan zat pengawet kimia
sintetis berbahaya.
UNDUH DOKUMEN RESMI (PDF)
Jika Anda ingin membaca atau mengunduh laporan ini dalam format dokumen cetak resmi (PDF), silakan akses tautan di bawah ini:
👉 [Klik di Sini untuk Mengunduh Versi PDF Laporan]
1
Komentar
Posting Komentar