Analisis Peluang Kewirausahaan Digital Berbasis Social Commerce dan Video Commerce pada UMKM Kuliner - Tugas Mandiri 15

 TUGAS MANDIRI 15

  • Nama: Syifa Fahira H.

  • NIM: 43224010051

  • Prodi: S1 Akuntansi

  • Mata Kuliah: Kewirausahaan

  • Dosen Pengampu: Atep Afia Hidayat, Ir., MP.


RISET TREN KEWIRAUSAHAAN GLOBAL & PELUANG DIGITAL

A. Ringkasan Tren Global

Salah satu tren global yang paling berkembang saat ini adalah Social Commerce & Video Commerce, yaitu aktivitas perdagangan digital yang dipengaruhi oleh konten video pendek, live streaming, dan media sosial. Konsumen tidak lagi hanya mencari produk melalui mesin pencari, tetapi juga menemukan produk melalui konten kreator, ulasan video, dan fitur belanja yang terintegrasi pada platform digital. Tren ini penting karena mengubah cara pelaku usaha memasarkan produk. Konten visual yang menarik dan interaktif semakin berperan dalam membangun kepercayaan konsumen serta mendorong keputusan pembelian.

Selain perkembangan social commerce, The Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan oleh World Economic Forum menyatakan bahwa Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu pendorong utama transformasi dunia kerja dan bisnis hingga tahun 2030. Perkembangan AI membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional, menghasilkan konten pemasaran secara lebih cepat, serta menciptakan layanan digital yang lebih inovatif.

B.  Bukti Data

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 yang diterbitkan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan melampaui USD 300 miliar Gross Merchandise Value (GMV) pada tahun 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pesatnya perkembangan e-commerce, adopsi teknologi digital, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang semakin luas dalam berbagai sektor bisnis.

Gambar 1. Tren pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di berbagai sektor (Sumber: Bain & Company, 2025).

ü  Data pada gambar di atas menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan dua digit di semua sektor dan diproyeksikan mendekati angka $100 miliar pada tahun 2025. Selain itu, berdasarkan The Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan oleh World Economic Forum, sekitar 86% perusahaan memperkirakan bahwa AI dan teknologi pemrosesan informasi akan mentransformasi bisnis mereka pada periode 2025–2030. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kewirausahaan digital

Sementara itu, berdasarkan The Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan oleh World Economic Forum, sekitar 86% perusahaan memperkirakan bahwa AI dan teknologi pemrosesan informasi akan mentransformasi bisnis mereka pada periode 2025–2030. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kewirausahaan digital.

C. Analisis Peluang Bisnis

Peluang bisnis yang dapat dikembangkan adalah Aesthetic Video-Commerce Agency & Creator Hub untuk UMKM Kuliner. Banyak UMKM kuliner memiliki produk yang berkualitas, namun mengalami kesulitan dalam membuat konten promosi yang menarik dan mengelola aktivitas pemasaran digital secara konsisten. Akibatnya, potensi penjualan digital belum dapat dimaksimalkan. Usaha ini menawarkan jasa produksi konten video pendek, pengelolaan live shopping, serta penghubungan produk UMKM dengan kreator konten lokal yang relevan untuk meningkatkan jangkauan pasar dan penjualan.

Target pasar utama adalah UMKM kuliner, produsen makanan ringan rumahan, usaha camilan, dan industri makanan skala mikro serta kecil yang ingin memperluas pemasaran melalui media digital. Teknologi digital yang menjadi kunci dalam usaha ini adalah Artificial Intelligence (AI) generatif seperti ChatGPT atau Google Gemini untuk membantu pembuatan ide konten dan naskah promosi, platform cloud-based editing seperti CapCut untuk produksi video, serta sistem pembayaran digital QRIS untuk mempermudah transaksi dengan klien.

Gambar 2. Momentum dan perilaku pengguna terhadap adopsi teknologi AI di Indonesia (Sumber: Bain & Company, 2025)

ü  Data pada gambar di atas menunjukkan bahwa Indonesia memiliki momentum bisnis terkuat untuk aplikasi AI, dengan 68% pengguna menyatakan mereka sering berinteraksi dengan chatbot AI untuk percakapan dan pertanyaan, serta 50% pengguna memanfaatkan AI untuk mempercepat pengambilan keputusan. Hal ini memperkuat relevansi penggunaan AI dalam operasional bisnis Agency Anda untuk melayani UMKM secara lebih efisien.

D. Strategi Adaptasi (Modal Minimal)

1. Memanfaatkan aplikasi gratis seperti CapCut untuk membuat video promosi yang menarik.

2. Menggunakan AI generatif seperti ChatGPT atau Google Gemini untuk menghasilkan ide konten, caption, dan naskah promosi.

3. Memanfaatkan QRIS sebagai sarana pembayaran digital yang mudah dan efisien.

4. Membuat portofolio digital menggunakan Blogger atau Blogspot untuk menampilkan hasil pekerjaan dan testimoni klien.

5. Membangun jaringan dengan nano dan micro creator lokal sebagai mitra promosi UMKM.

Daftar Pustaka

Google, Temasek, & Bain & Company. (2025). e-Conomy SEA 2025: From Digital Decade to AI Reality: Accelerating the Future in ASEAN. Think with Google APAC.

Google Indonesia. (2025). e-Conomy SEA 2025: Ekonomi digital Indonesia mendekati GMV US$100 miliar. Google Blog.

World Economic Forum. (2025). The Future of Jobs Report 2025. https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2025/


Tersedia dokumen versi PDF yang bisa Anda unduh di [tautan folder Google Drive ini]. Versi ini telah disesuaikan dengan instruksi tugas, yakni mencakup 2 halaman isi (tidak termasuk cover dan daftar pustaka)





Komentar